Menuju Belakang Padang
Life isn’t about the destination, but the journey that gets us there.
Ini perjalanan mencari sarapan yang terniat kami. Menuju pulau yang dinamakan Belakang Padang. Untuk sampai di Pulau Belakang Padang ini kami dari Pulau Batam harus menuju ke Pelabuhan Sekupang. Foto di atas menunjukkan Pelabuhan Sekupang untuk kapal pong – pong pada hari Minggu pagi. Iya minggu pagi saat matahari sedang cantik – cantiknya akan terbit.

Menumpang dari Sekupang menuju Belakang Padang menggunakan kapal yang terkenal dengan nama Kapal Pong – Pong. Perjalanan menuju Belakang Padang memakan waktu lebih kurang 15 – 20 menit dan setiap orangnya dikenakan biaya Rp15.000,- Selama perjalanan ini kita akan disuguhi pemandangan yang indah. Pulau – pulau kecil yang tampak di depan mata. Selain itu, dikejauhan terlihat sebuah pulau dengan gedung – gedung tinggi yang terkenal dengan “Patung Singa” , yaps SINGAPURA terlihat jelas.
Selamat Datang Di Belakang Padang
Sesampai disana, kami langsung menuju lokasi demi menunaikan “sarapan terniat” . Berbagai macam menu sarapan ditawarkan dan pilihan kami jatuh kepada:
mie lendir, prata kosong, prata telur, dan teh tarik.

Keliling kampung di pulau Belakang Padang
Belakang Padang menjadi pulau yang berbatasan langsung dengan Singapura memiliki luas 68,4 km². Pulau ini dihuni oleh masyarakat yang heterogen, umumnya berasal dari perantauan dari seluruh Indonesia. Sehingga di Pulau Belakang Padang kita akan temukan Kampung Bugis Batu Gajah, Kampung Bugis Pasir Putih, dan Kampung Jawa yang pada umumnya penduduknya adalah suku Jawa. Kelurahan Kampung Tengah yang banyak di tempati oleh suku Melayu dan Padang, kelurahan kampung Tanjung banyak di tempati oleh suku Melayu dan Pasar yang banyak di huni oleh orang Tionghoa.



Memasuki pulau Belakang Padang kita akan diperlihatkan akan harmonisasi dalam beragama. Hal ini terlihat dari rumah ibadah yang berdampingan, tidak jauh dari “surau” pada foto di atas ada bangunan klenteng yang indah. Tapi sayang kami tidak meabadikan moment di depan klenteng.
Setelah jalan – jalan di desa Tanjung kami memutuskan untuk kembali ke Batam. Namun, ditengah perjalanan kami mendapat tawaran untuk ke Pantai Pasir Putih dari bapak – bapak yang menarik becak.
Pantai Pasir Putih? Wah tawaran dari bapak – bapak ini cukup membuat niat balik ke Batam terhenti. Perjalanan dilanjutkan menuju Pantai Pasir Putih.
Menuju Pantai Pasir Putih BelakangPadang
Jarak tempuh yang harus kami lewati menuju Pantai Pasir Putih 1,7 km maka kami putuskan untuk pergi ke sana dengan jalan kaki, walaupun ada tawaran untuk naik becak atau ojek. Karena menurut aplikasi sekitar 17 menit perjalanan dengan jalan kaki. Berarti dekatlah bisa dengan jalan kaki.
Ketika memulai perjalanan kami bertanya kepada penduduk setempat rute menuju pantai tersebut. Namun komentar mereka, itu Pantai nya lumayan jauh kalau jalan kaki. Hhmm…
Memang semua yang ikut suka jalan, jadi tak gentar mendengar komentar dari penduduk setempat.



Pantai Pasir Putih


